RENUNGAN AKHIR TAHUN 2015


RENUNGAN AKHIR TAHUN 2015

RENUNGAN AKHIR TAHUN 2015

RENUNGAN AKHIR TAHUN 2015 Tidak terasa kita telah berpacu dengan waktu bahwa langkah ini telah sampai di penghujung tahun 2015. Dengan segala suka dan duka kita lalui bersama mengarungi aktivitas organisasi yang kita cintai HPI. Sesungguhnya penyataan lama muncul di lubuk hati yang paling dalam : Jangan pernah bertanya apa yang telah diberikan oleh organisasi selama ini, tapi bertanyalah pada diri sendiri, apa yang telah kita perbuat untuk kemajuan organisasi. Apakah cukup dengan hanya berkontribusi membayar iuran, kita sudah memajukan organisasi? Apakah hanya datang dua tahun sekali saat Rapat Kerja Daerah, sudah memajukan organisasi?, Apakah hanya datang lima tahun sekali saat Musyawarah Daerah, sudah memajukan organisasi? Jawabannya “Belum”. Semua aktivitas di atas tidak lebih dari kegiatan organisasi yang sifatnya serimonial semata. Yang lebih penting anggota merasa nyaman bekerja dan mengetahui program-program HPI yang diamanatkan saat Musda. Hingga tidak ada pertanyaan nyeleneh “Ape buin Gaena HPI? Bahkan ada anggota yang datang saat rapat-rapat menghujat Pengurus tanpa pernah mengucapkan rasa syukur dan berterima kasih atas waktu, tenaga dan pikiran bahkan dana yang dikobankan demi organisasi. Segelintir anggota berseloroh di warung-warung mengkritisi organisasi, apakah ini sudah sesuai jalur organisasi? Bahkan ada yang mengatakan kenaikan iuran untuk memperkaya Pengurus dan memprovokasi anggota untuk tidak setuju dengan kenaikan tersebut. Semua itu sudah diputuskan dan diketok palu melalui Sidang terhormat bung! Namanya Rapat Kerja Daerah. Pertanggungjawaban masalah keuangan dan kegiatan diterima tanpa catatan. Keuangan organisasi empat tahun terakhir naik 200 persen. Pertanyaan mendasar berikutnya adalah di tingkat Komisariat dan Divisi juga memungut iuran. Seyogyanya harus ada laporan pertanggungjawaban ke struktur organisasi di atasnya dalam hal ini DPD HPI Provinsi Bali. Jangan seenaknya mengelola uang anggota bahwa anda bukan berdiri sendiri dan otonom. Amanat Musda VIII sudah hampir 95% dilaksanakan oleh Kepengurusan DPD HPI Bali periode 2011-2016. Kini tinggal sepuluh bulan lagi untuk melanjutkan program-program yang kiranya bisa dilakukan seperti peningkatan SDM anggota melalui seminar atau workshop menyangkut materi kepemanduan dan etika sebagai seorang pramuwisata (pemutahiran ilmu pengetahuan anggota) Menyangkut pertanyaan beberapa anggota kenapa belum ada bukaan untuk mencari lisensi baru? Heran saja, kenapa anggota yang bertanya, semestinya masyarakat umum yang ingin menjadi guide yang bertanya. Logikanya semakin banyak guide semakin sempit ruang kerja anggota. Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 5 Tahun 2008 tentang Pramuwisata akan segera diperbaharui. Ada beberapa perubahan seperti pendidikan dari D3 menjadi SMA. Sangsi menjadi Tindakan Pidana Ringan. Ketika Perda baru sudah diketok palu dan ada green light dari Pemerintah pasti bukaan untuk mencari lisensi baru diumumkan melalui media dan web HPI. Mengenai Penertiban, kebijakan ini ada pada Pemerintah dalam hal ini Satpol PP dan team. HPI dalam hal ini sebagai pendamping. Bahwa sangsi yang akan dijatuhkan kepada pelanggar menurut Perda yang baru nanti adalah Tindakan Pidana Ringan (TIPIRING). Pernak-pernik organisasi pastinya selalu ada. Namun mari kita cari solusinya dengan penuh kedewasaan. Jauhkan istilah ..POKOE…. Akhir kata renungan di akhir tahun 2015 adalah permohonan maaf kepada seluruh anggota bila ada hal-hal yang kurang berkenan selama ini. Selamat Natal dan Tahun Baru 2016. HPI Jaya….

More

Meningkat, Kunjungan Wisatawan Tiongkok ke Indonesia

Meningkat, Kunjungan Wisatawan Tiongkok ke Indonesia

TUTORIAL WEB HPI BALI

TUTORIAL WEB HPI BALI

RENUNGAN AKHIR TAHUN 2015

RENUNGAN AKHIR TAHUN 2015

Pelantikan HPI Komisariat Tria Uma Wisata

Pelantikan HPI Komisariat Tria Uma Wisata

PENERTIBAN AKHIR TAHUN 2015

PENERTIBAN AKHIR TAHUN 2015